Keep Calm and Love Praja Muda Karana
Assalamu’alaikum.
Sudah lebih dari satu tahun blog ini menganggur. Maklum saja dulu saya membuat
blog ini hanya untuk menyelesaikan tugas TIK, tapi sekarang saya akan mulai
aktif lagi nge-blog. Waktu memang terasa begitu cepat. Buktinya saya sekarang sudah
duduk di kelas XII IPS. Senang karena bisa naik kelas namun sedikit khawatir
terhadap persiapan untuk kuliah. Tapi kali ini saya akan bercerita tentang
kehidupan masa-masa indah saya dengan Pramuka Ambalan Alibasyah – Ambalan
Ratnaningsih di MAN Yogyakarta 1.
Awal
aku mulai tertarik dengan Pramuka sebenarnya sudah ada sejak di MTsN dulu.
Tetapi mulai benar-benar aku jatuh cinta kepada Pramuka ketika aku mulai
mengikuti ODT (Orientasi Dasar Tegak). Seperti MOS, tetapi yang mengadakan
adalah kakak-kakak dari Pramuka. Senangnya lagi, sangga saya mendapat banyak
juara dalam berbagai lomba yang diadakan ketika ODT. Jadi semakin cinta dengan
pramuka. Di akhir kegiatan ODT dibuka pendaftaran calon BIRO yang nantinya akan
ditugaskan untuk membantu berbagai kegiatan di Ambalan. Saya pun segera
memanfaatkan kesempatan itu untuk ikut daftar dan akhirnya diterima.
Setelah
beberapa minggu kemudian diadakan seleksi lomba PDT (Pengembaraan Desember
Tradisional). Lomba pramuka yang cukup bergengsi di Kota Yogyakarta. Saya pun
tertarik dengan lomba tersebut dan akhirnya mendaftar. Akhirnya setelah melalui
berbagai seleksi saya diterima menjadi anggota inti lomba PDT. Salah satu
syarat untuk mengikuti lomba ini, setidaknya peserta adalah warga Ambalan.
Akhirnya kami melewati proses PTA (Penerimaan
Tamu Ambalan). Dengan mengikuti PTA saya telah sah menjadi warga
ambalan. Ketika bulan Desember saya mengikuti PDT dengan rute Demak Ijo – Goa
Selarong – Imogiri – Piyungan - dan
berakhir di Balai Kota Yogyakarta. Menempuh empat hari perjalanan dengan jalan
kaki. Pengalaman yang mengesankan bagi saya.
Setelah
itu sekitar Bulan Februari saya mengikuti prosesi BANTARA, yang jelas bukan
BANtuan TenAga Rakyat ya.... Oke, dengan ini saya telah sah menjadi DA (Dewan
Ambalan) dan mempunyai tugas yang lebih berat daripada sekedar menjadi warga
ambalan. Sekitar 2 bulan kemudian saya mengikuti acara MAHABHAKTI yang wajib
diikuti oleh seluruh peserta kelas X. Kegiatan ini diadakan di Kepurun, Klaten.
Ketika
kelas XI, saya mulai menjadi panitia ODT. Rasanya bangga bisa menjadi salah
satu sangga kerja (sangker) atau yang disebut dengan panitia ODT. Saat itu saya
menjabat sebagai bendahara ODT. Cukup pusing juga mengatur keuangan. Akhirnya
ODT kami sukses, apalagi dengan adanya Display berupa koloni tongkat, tari
semaphore, dan turun tali. It’s nice...
Setelah
ODT, beberapa minggu kemudian diadakan acara sarasehan. Sarasehan ini ditujukan
untuk memperbaiki sistem pramuka ambalan kami. Selepas itu terdapat acara
Musyam (Musyawarah Ambalan) yaitu untuk regenerasi pengurus pramuka. Saat
sidang Musyam saya ditunjuk menjadi salah anggota tim formatur. Intinya adalah
sebuah tim yang bertugas untuk membentuk BPH (Badan Pengurus Harian) yang baru.
Pembentukan BPH ini memakan waktu hingga beberapa hari dan akhirnya
terbentuklah BPH 2014 – 2015 yang baru. Saya saat itu mendapatkan amanah
menjadi seorang Kerani (sekretaris). Setelah penerimaan tali jabatan, saya
sudah sah menjadi BPH.
Menjadi
seorang BPH pramuka memang memiliki tugas yang cukup berat. Ya, karena pramuka
memiliki kedisiplinan yang tinggi dalam melakukan sesuatu. Banyak dari anggota
didik kami yang tidak menyukai kegiatan pramuka, sehingga kami harus memiliki
kesabaran yang luar biasa dari mereka. Namun melalui pramuka saya bisa mendapat
banyak ilmu, teman dan keluarga. Satu-satunya alumni MAN Yogyakarta 1 yang
paling solid dan setia ya cuma alumni pramuka. Jadi semakin bangga dengan
pramuka.
Sekitar
bulan November saya sudah mendengar akan ada prosesi pelantikan LAKSANA yang
diadakan sekitar Bulan Februari. Awalnya saya ragu untuk mengikuti LAKSANA
karena melihat kakak kelas saya gagal menempuh prosesi ini. Tetapi karena saat
itu banyak DA angkatan saya yang ingin ikut, akhirnya saya memantabkan diri
untuk ikut serta. Awalnya ada belasan orang yang daftar, tetapi karena ada
seleksi alam yang wajar terjadi akhirnya yang berhasil dilantik menjadi Penegak
LAKSANA hanya 9 orang (saya, Icha, Isna, Askar, Hanun, Facgriza, Nabila, Umi,
dan Tasya). Tentunya setelah dilantik LAKSANA beban di kedua pundak saya
menjadi bertambah berat. Bukan karena TKU (tanda kecakapan umum yang disematkan
di kedua bahu), tetapi tanggung jawab terhadap gerakan pramuka yang semakin
besar.
Bulan
Juni ini sebenarnya ada seleksi Pramuka GARUDA. Ini bukan tingkatan dalam
Penegak Pramuka, tetapi semacam penghargaan. Terdapat berbagai macam prosesi
sebelum akhirnya bisa menjadi Pramuka Garuda. Namun sepertinya tahun ini
Pramuka Ambalan kami tidak ada yang mengikuti seleksi ini, termasuk aku.
Di
waktu liburan sekarang saya mulai sedikit demi sedikit membuat LPJ pramuka yang
akan digunakan sebagai bahan Musyam. Apalagi saya sebagai seorang kerani yang
nantinya akan bertugas menyusun LPJ. Ya, karena LPJ pramuka merupakan LPJ
organisasi di sekolah saya yang paling tebal. Tebalnya bisa 2x lipat dari LPJ
organisasi lain. Oleh karena itu saya mulai menyusun LPJ dari sekarang.
Sebenarnya
setelah nanti Musyam saya mulai sedih karena saya akan menjadi lebih fokus
untuk menghadapi UN. Itu berarti kegiatan pramuka saya juga akan berkurang.
Walaupun begitu, kecintaan saya terhadap pramuka tidak akan pernah pudar. Toh
ini hanya beberapa bulan saja, selepas UN saya bisa aktif lagi mengikuti
kegiatan pramuka.
Ternyata, ilmu bisa
diperoleh di mana saja asal kita mau menggalinya. Salam pramuka.
Komentar