MAHABHAKTI IN ACTION (DAY 3)



Hai, ini kisahku di Mahabhakti hari ketiga. Di hari ini ada banyak lomba yang diadakan oleh para sangker dan pada hari itu juga aku mendapat kesempatan untuk menjadi anggota Dasadarma. Penasaran kan? (ngga) Yasudahlah …
Jum’at, 4 April 2014
Sudah tidurnya larut malam, sekitar pukul 3 pagi secara tiba-tiba kakak sangker membangunkan semua peserta Mahabhakti untuk mengikuti shalat Tahajud dan mujahadah. Rasanya malas sekali untukku bangun dari tidur, apalagi waktu itu aku masih “libur”. Tetapi, karena aku ketua sangga, maka aku segera membangunkan teman satu sanggaku dan mengajak mereka untuk segera ke masjid. Ketika teman-teman mengikuti mujahadah yang nanti dilanjutkan dengan shalat Shubuh berjamaah, aku dengan salah satu DA (inisialnya I-C-H-A) tidur di barisan belakang hingga shalat Shubuh selesai. Lumayanlah, tidurnya lumayan nyenyak walaupun kedinginan …
Sehabis dari masjid, aku segera mandi karena aku harus segera shalat Shubuh di tenda (ini kata-kata logika, haha), lalu dilanjutkan memasak. Menu makan pagi itu adalah nasi dengan ikan sarden. Sekitar pukul 8 pun terdengar instruksi dari sangker bahwa lomba drakbar, aster, dan ketpram akan segera dimulai. Sanggaku pun segera menuju tempat lomba yang mereka ikuti. Saat itu aku, Raras, dan Lysa mengikuti lomba aster yang bertempat di aula dan kami pun lolos dalam babak penyisihan. Babak final pun segera dilaksanakan saat itu juga dan akhirnya sanggaku menjadi juara pertama, betapa senangnya aku walaupun akhirnya lomba dragbar dan ketpram tidak lolos final. Setiaknya, aku masih bisa mempertahankan gengsi atas lomba aster (PDT). Oke, setelah itu diadakan lomba memasak yang bahan bakunya terbuat dari ubi walaupun akhirnya sanggaku kalah juga, haha. Sekitar pukul 11 siang, para sangker mengumumkan agar para peserta putra segera menuju masjid untuk mengikuti shalat Jum’at, sedangkan untuk peserta putri  menuju aula untuk mengikuti acara keputrian. Setelah shalat Jum’at selesai, para peserta putrid pun diinstruksikan agar segera shalat Zuhur.
Oke, ba’da Zuhur diadakan lomba syahril Qur’an. Aku dan Della segera menuju menuju masjid untuk mengikuti lomba itu, walaupun nantinya sanggaku tidak mendapatkan juara, haha. Oke, setelah lomba syahril Qur’an, tampaknya banyak dari peserta Mahabhakti dan sangker yang antusias melihat penjurian lomba memasak. Karena lengangnya saat itu, aku bisa mencuri start untuk mandi (padahal ngga boleh, hihi). Rasanya seger dan bisa mandi lebih lama karena ngga ada antrian. Tidak lama setelah aku mandi, azan Ashar pun berkumandang dan akupun segera shalat Ashar di masjid.
Ba’da Ashar, diadakan lomba futsal yang pesertanya adalah perwakilan tiap-tiap kelas. Dam kelasku menjadi peserta pertama yang bertanding melawan kelas lain. Aku dan teman sekelas yang tidak ikut bertanding menjadi supporter. Akhirnya kelasku lolos babak penyisihan, Alhamdulillah…
Oke, lalu tiba-tiba terdengar pengumuman dari sangker bahwa seluruh DA kelas 10 agar segera menuju di depan ruang kesekretariatan. Akupun segera mencari DA yang lain, lalu bersama-sama menuju ke depan ruang kesekretariatan. Ternyata, kami dipanggil karena akan ada pemilihan anggota api dasa darma. Kak Ilham yang langsung memilih kami. Akhirnya dari 14 DA kelas 10, Hasman, Aku, Fariz, Icha, Daka, Nova, Askar, Tasya, Roqi dan Hanun terpilih menjadi anggota Dasa Darma. Perjuangan pun dimulai. Kami, diberi waktu 5 menit untuk ganti dengan pakaian pramuka lengkap (walaupun jam karet akhirnya berlaku). Setelah itu, kami berlatih suara agar nantinya kami lantang dalam mengucapkan Dasa Darma. Saat itu aku mendapat Dasa Darma nomor 2 yang bunyinya, “ Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”. Aku ulangi terus kalimat itu agar nantinya aku tidak lupa.
Azan Maghrib pun berkumandang, aku dan anggota api Dasa Darma diberi waktu 30 menit untuk shalat dan makan. Lumayanlah, saat itu aku mendapat makan dari sangker, terengar semacam perbaikan gizi, haha. O iya, aku juga mendengar bahwa kelasku mendapat juara 2 lomba futsal. Ah sudahlah, setelah shalat aku segera menuju dapur sangker untuk makan.
Setelah makan, harusnya kami berlatih kembali, namun tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Para peserta Mahabhakti segera berteduh di aula. Sebagian besar pakaian mereka basah. Lucunya, ada sangga yang membawa wajan ke aula berisi nasi goreng. Mereka berkata bahwa belum sempat makan malam, dan hasilnya mereka makan di aula. Mereka pun segera dikondisikan oleh Kak Joko ( alias Pak Joko, guru ekonomi). Sementara di sisi lain, para BPH, sangker Mahabhakti, dan kami, anggota api Dasa Darma mulai gelisah karena hujan tampaknya semakin deras. Apabila hujan tidak berhenti, gagal sudah acara api unggun yang rencananya dilakukan di lapangan dan akhirnya akan dilakukan simbolis di aula. Semuanya tampak harap-harap cemas sembari berdoa agar hujan segera berhenti, tak terkecuali para alumni pramuka.
Akhirnya, sekitar pukul 7 malam hujan mulai berhenti. Para peserta Mahabhakti pun segera menunaikan shalat Isya dan berkumpul di lapangan dengan seragam pramuka lengkap untuk mengikuti upacara api unggun, sedangkan para anggota api Dasa Darma berlatih dan sangker sibuk mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Upacara api unggun pun dimulai. Seluruh peserta upacara begitu antusias dan  ketika pasukan api Dasa Darma mulai beraksi, semua mata memandang kami. Rasa bangga, tegang, takut salah berkecamuk di pikiranku. Tetapi Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Kak Ilham pun memberi selamat kepada kami. Senangnya …
Setelah upacara api unggun selesai, diadakan final FKR dan penampilan-penampilan lainnya. Pokoknya seru, dan acara ini pun berakhir sekitar pukul 11 malam. Para sangker pun menginstruksikan agar kami segera kembali ke tenda. Namun, karena aku belum shalat Isya, terpaksa aku harus ke masjid, malam-malam, sendirian ( ngga kok, sama Lysa) dan pastinya udara cukup dingin. O iya, tampaknya malam itu ada sedikit masalah. Sebagian besar tenda milik peserta Mahabhakti banyak yang basah akibat hujan, mereka pun meminta agar malam itu mereka tidak tidur di tenda. Tetapi para sangker tetap menegaskan agar peserta tetap tidur di tenda masing-masing. Untung saja, tendaku aman-aman saja dan barang pribadi kami selamat dari hujan. Alhamdulillah … Akupun segera tidur karena mata sudah tidak bisa diajak kompromi. Hari yang sangat melelahkan tetapi sangat mengesankan, selamat malam dan salam pramuka.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisiku

LULUS MAK..........................