Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Puisiku

KAU IBUKU Karya maha tinggi dari-Mu Ciptakan wanita setulus ibu Rela bertarung dengan maut Berjuang untukku hidup Karenanya aku ada Merawatku, menjagaku setulusnya Memberi cinta, kasih sayang yang utuh Walau gema tangisan sepanjang gelap Telah merebut waktu lelapmu Tetap kokoh dengan senyuman Ya, semua hanya tuk emas t ercintanya Itu aku Ibu, tempat nyaman tuk bersandar Aku dikucilkan sekalipun Kedua tangan itu selalu terbuka Tanpa pamrih dengan sekecup rasa sayang Dekap, rasakan hangat nafasmu Serasa belaian surga dunia Dengan halus katanya bertutur Pesan kesan penuh isyarat Terangkai indah sayup-sayup kala Di s etiap sujud dan tengadah tangannya Kudengar merinding di tengah malam Tersirat namaku nyata di antara untaian puisi untuk-Mu Bergetar seraya tertunduk haru Hingga tinta mata nya jatuh tenggelam dalam pengharapan Isak tangis lirih bagai melodi penyayat hati Batin hanya mampu berkata Inikah anugerah terindah untu...

Puisiku

LANGIT SUCI Sejauh mata ini memandang Hamparan biru berlapis salju Natural karya Yang Maha Agung Ingin memiliki Lalu, nikmat mana yang ingin kau selah? Langit tak pernah salah Hanya turuti pinta manusia Meski tangisnya penuhi bumi Yakin itu tangis bahagianya Yang semakin indah dengan coretan pelangi Laksana bentang lukisan tak berujung Bagaimana mampu menjaga kesucian itu? Sedang tangan ini saja begitu rapuh Tak sanggup bawa amanah dengan baik Tampak bukan untuk disamakan Yang sekarang hanya mampu menatap telanjang agungmu Serasa raga ini hanya sanggup untuk itu

Puisiku

BHAKTI DARMAKU Ini  setiaku pada sebuah kewajiban Pengabdianku hanyalah untuk-Mu, wahai penguasa semesta Tiap kasih kan ku bagi, limpahan seisi alam kan ku jaga Siap bela tanah air walau kan terluka Buang saja apa yang kau sebut itu egois Lalu patuhi apa yang kau sebut itu janji Ikhlaslah menolong sesama sembari tutupi pamrih Tunjukkan kau punya  jiwa tahan uji Senantiasa kembangkan dirimu, wahai sang muda Beri pencerahan dalam berkarya Kemudian berkaca pada dirimu ataupun pada diri yang lain Sadari itu dalam kebersahajaan Bentuk mentalmu setegar karang Sudahkah kau penuhi semua tanggung jawabmu hari ini? Apakah diri yang lain sanggup mempercayainya? Buktikan itu, wahai sang muda Seorang pramuka yang matang jiwanya Dia yang selalu mejaga kesucian pikirnya Dia yang selalu lontarkan perkataan  nyatanya Dia yang sanggup berbuat kearifan untuk kepentingan bangsanya Puisi ini sebenarnya aku buat dari penjabaran dari Dasa...

MAHABHAKTI IN ACTION (DAY 4)

Gambar
Sedih rasanya Mahabhakti sudah sampai di hari terakhir. Di hari itu diadakan upacara penutupan Mahabhakti dan pembagian hadiah lomba. Oke, inilah hari terakhirku di Mahabhakti  ini. Selamat membaca … Sabtu, 5 April 2014 Pagi itu, sekitar pukul 5 pagi para sangker telah membangunkan para peserta Mahabhakti untuk menunaikan shalat Shubuh. Akupun segera bangun dan mengajak teman satu sangga untuk shalat Shubuh bersama-sama. Setelah itu seperti biasa, aku sempatkan untuk mandi pagi. Akupun baru tersadar bahwa selama Mahabhakti berlangsung aku bisa rajin mandi, padahal teman-temanku yang lain hanya mandi beberapa kali saja. Oke, setelah mandi aku bersama teman yang lain bersama-sama makan pagi, dan menu pagi itu adalah mie yang atasnya diberi sarden dan iberi taburan keju sisa lomba kemarin. Rasanya sebenarnya sangat menjijikkan, tapi enak juga kok. Sehabis itu, aku segera mencuci peralatan masak dan mulai beres-beres tenda. Sekitar pukul 9 tendaku sudah dirubuhkan. Lalu...

MAHABHAKTI IN ACTION (DAY 3)

Gambar
Hai, ini kisahku di Mahabhakti hari ketiga. Di hari ini ada banyak lomba yang diadakan oleh para sangker dan pada hari itu juga aku mendapat kesempatan untuk menjadi anggota Dasadarma. Penasaran kan? ( ngga ) Yasudahlah … Jum’at, 4 April 2014 Sudah tidurnya larut malam, sekitar pukul 3 pagi secara tiba-tiba kakak sangker membangunkan semua peserta Mahabhakti untuk mengikuti shalat Tahajud dan mujahadah. Rasanya malas sekali untukku bangun dari tidur, apalagi waktu itu aku masih “libur”. Tetapi, karena aku ketua sangga, maka aku segera membangunkan teman satu sanggaku dan mengajak mereka untuk segera ke masjid. Ketika teman-teman mengikuti mujahadah yang nanti dilanjutkan dengan shalat Shubuh berjamaah, aku dengan salah satu DA (inisialnya I-C-H-A) tidur di barisan belakang hingga shalat Shubuh selesai. Lumayanlah, tidurnya lumayan nyenyak walaupun kedinginan … Sehabis dari masjid, aku segera mandi karena aku harus segera shalat Shubuh di tenda (ini kata-kata logika, haha), ...

Ini Wajah Pendidikan Indonesia

Gambar
Pernah mendengar hari pendidikan nasional diperingati setiap tanggal berapa? 2 Mei kan? Lalu untuk apa memperingati hari pendidikan nasional? Itu pertanyaan yang sampai saat ini membuatku bingung tentang pendidikan di Indonesia. Dahulu, telah banyak pahlawan yang memperjuangkan pendidikan di Indonesia. Sebut saja Ki Hajar Dewantara dan R.A. Kartini. Dengan gigihnya mereka memudahkan jalan bagi bangsa Indonesia agar dapat merasakan duduk di bangku sekolah, agar mereka tidak mudah dipengaruhi dan dibohongi oleh para penjajah. Sudah tidak asing lagi, para pemuda Indonesia dahulu mempunyai kualitas yang mumpuni sebagai orang yang terpelajar. Mereka mampu membuat skema bagaimana membuat Indonesia terbebas dari kerangkeng yang dibuat oleh penjajah. Begitu terhormatnya mereka hingga namanya kini masih bisa kita kenal. Sekian lama kemudian, seharusnya pendidikan di Indonesia semakin maju dengan berbagai dukungan teknologi yang menyertainya, sebut saja internet. Namun lihatlah pendi...

MAHABHAKTI IN ACTION (DAY 2)

Gambar
Ini kisahku dalam Mahabhakti hari kedua. Hari itu adalah kegiatan Mahabhakti yang sebenarnya, isinya ya have fun aja. Oke. selamat membaca dan salam pramuka. Kamis, 3 April 2014 Pagi itu, sekitar pukul 5 pagi, para peserta Mahabhakti dibangunkan untuk melaksanakan shalat Shubuh dan membersihkan tenda. Karena saat itu saya baru tidak boleh shalat, akhirnya aku putuskan untuk mandi. Rasanya benar-benar segar … Sekitar pukul 6 pagi, dapur sanggaku sudah  mulai mengebul. Tahu kan, artinya kami sedang melakukan aktivitas apa? Yups, kami sedang memasak bersama, dan menu pagi itu adalah nasi goring yang dimakan bersama kering tempe dan abon. Rasanya begitu nikmat, apalagi kami makan bersama-sama dalam satu sangga dan langsung di wajan tempat untuk memasak. Tak lupa kami juga memasak air supaya bisa membuat teh hangat. Nikmat sekali pagi itu. Oke, setelah ada panggilan apel pagi, sekitar pukul 8 semua peserta Mahabhakti yang telah berpakaian olahraga dikumpulkan untuk melak...

Opiniku Tentang PEMILU

Gambar
Assalamu’alaikum …Kali ini aku akan mengeluarkan beberapa opiniku tentang politik yang ada di Indonesia. Mungkin nanti pendapatkku berantakan dan sangat tidak beraturan. Tetapi Indonesia adalah negara demokrasi kan? Jadi sah-sah saja aku mengeluarkan pendapat di sini. Selamat membaca … Berbicara tentang politik, aku jadi tertarik untuk mengulas sedikit tentang PEMILU yang  dilaksanakan tanggal 9 April 2014 silam. Selama 2 minggu sebelum PEMILU berlangsung, diadakan kampanye yang intinya memperkenalkan partai politik dan calon legislatif yang nantinya akan dipilih oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, menurutku para caleg terlihat sangat  agak bodoh apabila mereka hanya memperkenalkan diri dan menyebarkan visi misinya kepada masyarakat luas pada saat kampanye saja. Apabila menggunakan logika, mana mungkin masyarakat bisa memilih jika mereka hanya diberi waktu yang singkat untuk mengenal caleg, apalagi dengan partai yang lumayan, 12 partai.. Hmm… suara motor yang s...

MAHABHAKTI IN ACTION (DAY 1)

Gambar
Assalamu’alaikum … Perkenalkan, namaku Navi. Sekarang aku telah menjadi salah satu Dewan Ambalan di Gudep MAN Yogyakarta 1. Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku selama Mahabhakti kepada kalian semua dan mengajak kalian untuk bisa lebih mencintai pramuka. Ini kisahku dalam Mahabhakti hari pertama. Selamat membaca dan salam pramuka. Rabu, 2 April 2014 Sebenarnya hari itu merupakan awal kegiatan Mahabhakti, namun sayang sekali karena di hari yang bersamaan aku mengikuti lomba OSN Geografi tingkat kota. Alhasil pada Rabu pagi, aku tidak mengikuti upacara pembukaan dan perjalanan bhakti sebagaimana teman-teman yang lain menjalaninya. Tetapi karena aku ditunjuk oleh teman satu sanggaku untuk menjadi ketua sangga, mau tidak mau aku tetap mengontrol mereka meskipun tidak intensif. Akhirnya, pada pagi itu aku tetap terfokus dengan lomba OSN. Padahal apabila aku ikut kegiatan ini dari awal, aku tidak ikut bersama sanggaku untuk melakukan perjalanan bhakti, tetapi menjadi penja...