MAHABHAKTI IN ACTION (DAY 1)

Assalamu’alaikum
…
Perkenalkan,
namaku Navi. Sekarang aku telah menjadi salah satu Dewan Ambalan di Gudep MAN
Yogyakarta 1. Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku selama Mahabhakti kepada
kalian semua dan mengajak kalian untuk bisa lebih mencintai pramuka. Ini
kisahku dalam Mahabhakti hari pertama. Selamat membaca dan salam pramuka.
Rabu,
2 April 2014
Sebenarnya
hari itu merupakan awal kegiatan Mahabhakti, namun sayang sekali karena di hari
yang bersamaan aku mengikuti lomba OSN Geografi tingkat kota. Alhasil pada Rabu
pagi, aku tidak mengikuti upacara pembukaan dan perjalanan bhakti sebagaimana
teman-teman yang lain menjalaninya. Tetapi karena aku ditunjuk oleh teman satu
sanggaku untuk menjadi ketua sangga, mau tidak mau aku tetap mengontrol mereka
meskipun tidak intensif. Akhirnya, pada pagi itu aku tetap terfokus dengan
lomba OSN. Padahal apabila aku ikut kegiatan ini dari awal, aku tidak ikut
bersama sanggaku untuk melakukan perjalanan bhakti, tetapi menjadi penjaga pos.
Kulewatkan kegiatan itu, ya sudahlah …
Sekitar
pukul 11 siang, aku telah kembali ke sekolah setelah sekitar 3 jam berjuang
mengerjakan soal OSN yang cukup membuat saya kelaparan. Seharusnya setelah
pulang sekolah para anak OSN kelas 10 tidak diperbolehkan pulang karena mereka
harus langsung menuju ke tempat perkemahan. Tetapi karena perbedaan antara
informasi guru dengan sangker, akhirnya sebagian dari mereka pulang ke rumah
dan kembali ke sekolah lagi sekitar ba’da Ashar, namun aku tetap berada di
sekolah karena aku tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah dan untung saja aku
telah membawa baju pramuka lengkap. Akhirnya sekitar ba’da Ashar, aku dan teman
yang lainnya berangkat menuju buper di daerah Kepurun, Manisrenggo, Klaten.
Perjalanan yang kami tempuh sekitar 1 jam. Tapi ternyata kami tidak langsung
sampai ke buper, melainkan kami haru berjalan kaki sekitar 20 menit. Untungnya
saja, jarak kami berjalan tidak sejauh perjalanan teman-teman lain yang dari
pagi mengikuti kegiatan. Sampai di buper, saya langsung menuju tenda sangga
saya, menanyakan kabar mereka, dan mulai memasak untuk makan malam.
Setelah
ba’da Maghrib, terdengar penggumuman dari para sangker untuk berkumpul di
lapangan setelah ba’da Isya. Saya sudah punya feeling bahwa akan diadakan pelaksanaan PTA (Penerimaan Tamu
Ambalan). Tidak lama kemudian, sangker mengumumkan agar para DA dan Biro agar
berkumpul di aula yang digunakan sebagai dapur. Segeralah aku menuju ke aula
untuk mengadakan TM dengan para BPH. Ya, kami para DA dan Biro tidak mengikuti
prosesi PTA karena sebelumnya kami sudah mengikuti prosesi ini. Hehe …
Adzan
Isya’ mulai berkumandang dan akhirnya TM pun sudah selesai, akhirnya para DA
dan Biro segera melaksanakan shalat Isya’ dan segera mengajak kakak-kakak
peserta PTA untuk berkumpul di lapangan.
Suasana
malam itu sebenarnya sudah mendung, tetapi banyak dari peserta Mahabhakti yang
belum sempat mengamankan barang-barang mereka termasuk juga aku, karena pada
saat itu para sangker menginstruksikan kami untuk segera berkumpul di lapangan.
Sampai semua peserta PTA berada di lapangan, semua cahaya lampu senter
dimatikan semua dan prosesi PTA pun dimulai. Penasaran sama prosesi ini? Kalian
rasakan sendiri saja ya … Yang jelas PTA malam itu termasuk dalam kategori PTA
khusus. Kenapa? Ya karena berbeda dari prosesi PTA yang biasanya Ambalan
lakukan. Penyebabnya karena faktor alam, yaitu HUJAN. Jadi kurang seru, tapi ya
sudahlah …
Oke,
prosesi PTA telah selesai. Ciye yang sudah jadi tamu ambalan, ciye yang sudah
dapat bed ambalan, ciye yang harus menjahit bed ambalan malam itu juga, selamat
dan semangat ya… haha. Setelah PTA selesai, tantangan peserta Mahabhakti yang
lain adalah bagaimana cara mereka untuk TIDUR. Hampir semua peserta Mahabhakti
kebingungan ketika mereka kembali ke tenda, dan melihat keadaan tenda mereka
yang basah kuyup terkena air hujan, termasuk tenda sanggaku. Untunglah, ada
instruksi dari sangker agar para peserta Mahabhakti putri malam ini tidur di
aula sedangkan peserta Mahabhakti putra tidur di Masjid, Alhamdulillah … Dengan
memakai jaketku yang sebagian basah terkena hujan, aku bersama teman satu
sangga menuju aula dan disana para tamu ambalan yang baru saja dilantik sibuk
menjahit bed mereka. Lelah sekali kegiatan hari itu, mulai dari mengerjakan
soal OSN yang menguras pikiran dilanjutkan dengan kegiatan PTA malam itu.
Akhinya, sekitar pukul 12 malam, aku pun tertidur. Selamat malam kakak dan
salam pramuka, hehe.
Komentar